Life Is Not That Easy

Awal bulan kemarin merasa kecewa karena tidak mendapatkan sesuatu yang diharapkan.

Merasa menyesal juga karena melepaskan begitu saja sesuatu yang telah diperoleh, dengan alasan sungguh sederhana; ego. #Pffft (nahan ketawa >> ngetawain diri sendiri).

Begitu masa kekecewaan dan penyesalan lewat, datanglah perasaan bersyukur. Ceritanya ikhlas. Merasa memang inilah yang seharusnya terjadi. Merasa mungkin kalo lulus malah lebih susah jadinya. Merasa yang terbaik ya memang yang seperti ini.

Kemudian berharap (hampir terlalu PD, malah) bahwa kekecewaan (dan penyesalan) tersebut akan digantikan oleh Allah dengan anugerah yang lebih besar. Yang memang sudah diinginkan dari sebelum-sebelumnya. Yang rasanya lebih dari yang lainnya. Prioritas utama lah tepatnya. Sempat berfikir, biarlah kemaren kecewa, menyesal, yang penting bakal dapet anugerah yang lebih besar (dan tak ternilai) ini.

Ternyata sesuai judul, hidup tidak sesederhana itu 🙂 (kemane aje neng? *toyor kepala sendiri).

Sempat merasa tertampar dengan kesadaran, kok bisa bisa nya sebagai manusia, dengan PD nya bikin rencana sebesar itu. Wong semuanya Allah yang menentukan kok.

Merasa malu sendiri, ketika ingat doa-doa yang diucapkan seolah ber-deadline. Seperti men-dikte (Astaghfirullah).

 

Fiuuuh masih banyak yang harus dipelajari ternyata. Banyak banget. Merasa dewasa karena umur udah banyak? Think again! (nunjuk diri sendiri)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s