Belajar Sabar dari Ibu

Awalnya ada keengganan untuk menuliskan kalimat di atas.

Sabar? Ibu saya?

Sebaga informasi, saya mengenal ibu saya BUKAN sebagai orang yang sabar 🙂

Ibu saya itu orangnya gampang panik.

Ibu saya itu orangnya cerewet, suka ngomel2, heheee. :mrgreen:

Bukan bermaksud menjelek-jelekkan ibu sendiri lho, kalimat2 di atas cuma pengantar aja kok.

Setelah saya ingat kembali, saya sadar ternyata saya sendiri lah yang selama ini bikin ibu sering panik, sering ngomel2 :p

Seringkali ibu mengalah dan bersabar ketika saya ‘berulah’

Seringkali ibu menahan marah nya ketika seharusnya memang marah.

Akhirnya saya menyadari bahwa ibu saya memang sabar. Banget.

Kali ini ketika saya membuat ‘masalah’ yang menurut saya bukan masalah, tapi menurut orang lain adalah masalah, saya kembali menyadari bahwa kesabaran ibu saya lah yang sebenarnya bisa meluluhkan hati orang-orang yang bermasalah sama saya.

Kesabaran ibu, sikap nya yang menerima dan mengalah itulah yang bisa menetralisir masalah, meskipun saya tau belum sepenuhnya selesai sih.

Sayangnya saya belum bisa sesabar ibu. Saya masih ingin menunjukkan keegoisan saya. Saya masih ingin mengekspresikan emosi saya.

Begitulah, saya belum bisa sesabar ibu, dan saya rasa itu wajar. Anak memang gak harus selalu menyamai ibu nya kan?

Iklan

Satu pemikiran pada “Belajar Sabar dari Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s