Nyasar Membawa Hikmah

Hari ini saya mengalami hal yang jarang saya alami, oleh karena itu pantas rasanya bila ditulis di blog ini.

Membaca kalimat pembuka di atas tentunya (mungkin) membuat orang penasaran, apakah yang telah saya alami hari ini?

Baiklah akan saya ceritakan.

Hari ini adalah hari nyasar seharian.

Hari ini saya bangun pagi kesiangan, itu pun terbangun karena dipanggil oleh teman kost.

Teman tersebut minta ditemani ke Bandara Soetta, menemui seorang teman yang akan menjemput suami nya di bandara.

Saya yang baru bangun tidur dan terbangunnya juga terpaksa, sewajarnya enggan untuk pergi, dan memutuskan kembali tidur.

Ternyata kembali tidur setelah terbangun di pagi (menjelang siang) hari tidak mudah. Akhirnya saya malah melakukan aktivitas-aktivitas tidak penting seperti meng-eksis-kan diri di social network.

Hari hampir benar-benar siang ketika saya menyadari bahwa saya belum melakukan hal berarti apapun hari ini. Saya melihat teman yang tadi memanggil saya, yang tadi minta ditemani ke bandara (sebut saja namanya A). Si A sedang berdiri di depan kamar nya, bersiap pergi.

Entah darimana keinginan saya untuk ikut pergi muncul. Saya memanggil A dan menyatakan bahwa saya akan ikut menemaninya ke bandara. Padahal saya belum mandi.

Singkat cerita kami pergi bertiga. A, seorang teman (selanjutnya kita panggil W) dan saya. A yang mengendarai mobilnya.

Perjalanan berlangsung biasa saja. Kami tidak mengalami kemacetan yang berarti di Bogor yang memang setiap hari juga macet. Memasuki tol jagorawi dan beberapa gerbang tol lain, jalanan ramai lancar, tapi tidak macet. Kemacetan justru terjadi di arah sebaliknya. Arah menuju bogor.

Kekuatiran mulai timbul pada diri teman saya, si A. Tiba-tiba dia menyatakan keengganan untuk melanjutkan perjalanan. “Gue gak siap mental nih buat lanjut”, katanya. Kami akhirnya memutuskan untuk tidak meneruskan perjalanan. Hal tersebut dilakukan mengingat kemacetan yang mungkin kami alami di depan, mengingat betapa jauhnya Bandara Soetta dari Bogor, dan mempertimbangkan bahwa sebenarnya tujuan si A bertemu teman di bandara adalah untuk meminjam buku. Masalahnya buku tersebut sebenarnya bisa diperoleh di Cibinong, yang lebih dekat dari Bogor dibandingkan bandara.

Kami langsung memutuskan untuk tidak jadi ke bandara. Kami harus kembali ke bogor. Tentunya kami harus keluar dari jalan tol. Tidak mungkin  U turn di jalan tol kan.

Kami langsung keluar tol melalui pintu tol terdekat. Kami telah berhasil keluar tol. Masalah selanjutnya adalah kami tidak tau jalan pulang ke bogor dari daerah tersebut. Perjalanan Bogor-Jakarta (sesekali) selama ini selalu kami lakukan dengan transportsi umum, atau bersama orang yang tau jalan. Kami belum pernah benar-benar sendiri mengendarai kendaraan di Jakarta.

Kami mendadak sadar bahwa telah tersesat. Hal pertama yang harus kami lakukan selanjutnya adalah menemukan jalan tol yang bisa mengantarkan kami ke bogor.

Perjalanan mencari jalan tol cukup sulit. Beberapa belokan dan lampu merah telah dilewati, akhirnya kami membelokkan mobil ke Grand Indonesia (GI) Shopping Town.

Ternyata mampir ke GI tidak ada salahnya. Di GI A menyadari bahwa dirinya dan W adalah pengguna smart phone, dan saya tidak. Baik, bukan itu poin nya.

W menggunakan smart phone miliknya untuk memandu kami ke bogor, menggunakan fasilitas google map. Perjalanan yang seru karena disertai nyasar akibat salah melihat peta, jalan yang ternyata tidak boleh dilalui dan sebagainya.

Beberapa kali kami melakukan balik arah dan berputar sangat jauh akibat salah belok. Bersyukur akhirnya kami menemukan tol yang berhasil membawa kami kembali ke arah tol jagorawi. Bertiga langsung berteriak ketika akhirnya melihat tulisan petunjuk arah ke Bogor.

Hari ini kami lewati dengan kepanikan namun tetap tertawa untuk menenangkan diri.Nyasar yang membawa hikmah dan pengalaman lucu.

Thanks to W and her smart phone, to A and Mumun (name of A’s car) and google map.

Iklan

2 pemikiran pada “Nyasar Membawa Hikmah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s