Sindrom Setelah Liburan

Idealnya, liburan itu membangkitkan semangat dan memberikan energi baru untuk kembali beraktivitas. Melanjutkan hal-hal (pekerjaan, tugas dan rencana) yang sempat tertunda karena berlibur.

Masalahnya, untuk saya pribadi, liburan seringkali (terlalu) memanjakan. Mengingat berbagai tugas yang harus dikerjakan dan berbagai masalah yang harus diselesaikan serta berbagai rencana yang harus dilanjutkan, maka wajar kalo rutinitas (yang sempat ditinggalkan selama liburan) menjadi menakutkan.

Untungnya akal sehat saya masih setia menemani dan mengingatkan. Bersyukur bahwa dibalik semua kepanikan dan ketakutan menghadapi rutinitas, akal sehat dari sisi otak yang normal masih bersedia mengingatkan. Bahwa itulah poin nya.

Kenapa harus ada liburan? Untuk lari dari rutinitas, sesaat.

Kenapa harus kembali ke rutinitas? Kenapa gak boleh liburan lagi aja? Untuk mengerjakan tugas, menyelesaikan masalah dan melanjutkan rencana yang sempat tertunda, selama liburan

Yeah, i got it!!!

#semangattaktentuarah

NB: Mohon maaf bagi yang merasa postingan kali ini gak jelas + gak nyambung. Lupakan saja bahwa anda pernah membaca. Anggap saja ini cuma mimpi. Well, sejujurnya saya juga berharap ini cuma mimpi.

Iklan

6 pemikiran pada “Sindrom Setelah Liburan

  1. kadang kala liburan itu penting, rutinitas pun malah lebih penting,, jalani aja dengan iklas, tetap semangat, enjoy, senyum,bertanggung jawab dan yang lebih penting selalu bersyukur..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s