Saya, Seringkali

Seringkali marah pada kondisi cekaman suboptimal.

Seringkali mengeluh pada kondisi defisiensi hara.

Seringkali marah jika seseorang tidak menuruti keinginan.

Seringkali tidak menyadari bahwa hidup memang begitu.

Seringkali (pura-pura) lupa bahwa tidak semua kondisi adalah optimum.

Seringkali tidak bisa mengekspresikan gen toleransi dan avoidence yang dimiliki.

Seringkali tidak bisa melaksanakan mekanisme toleransi dan avoidence tersebut.

Seringkali mencoba untuk mejadi lebih toleran, namun belum berhasil seratus persen. Mungkin dibutuhkan studi fisiologi dan mikrobiologi yang lebih teliti untuk menyelesaikan masalah ini.

Seringkali, berusaha mengkaitkan antara hal-hal yang tidak saling terkait, seperti tulisan ini.

Seringkali membuat orang bingung karena membaca tulisan saya.

Seringkali, akhirnya minta maaf kepada orang yang telah menerima keluhan, kemarahan, dan keegoisan, termasuk yang membaca tulisan ini.

Iklan

7 pemikiran pada “Saya, Seringkali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s