Ternyata Tuhan Berkehendak Lain

Yup. kalimat itu mungkin udah sering banget ya kita denger. Kalo orang ngasih nasihat ke kita, kalimat itu hampir selalu ada. Kise, memang, tapi kebenarannya, gak bisa ditawar.

Pernah nonton film CIN(T)A? Film indie karya sineas muda Indonesia yang sempet diputer di festival film di London tahun 2009 lalu. Film yang keren dengan dialog yang sedikit ‘provokatif’ menurut saya. Cerita cinta yang tidak biasa, karena sebenarnya mengangkat tema mengenai perbedaan agama. Di Indonesia.

Anyway, saya bukannya mau mereview film itu. Apalagi mengomentari. Itu bukan ranah saya. Untuk review, bisa tanya sendiri sama om google.

Jadi gini. Mengenai peredaan keyakinan. Gak usah luas-luas, dalam satu keluarga aja. Misalnya, seorang ayah yang memiliki agama yang berbeda dengan istri dan anak-anaknya. Ketika beliau meninggal, bagaimana cara si anak (atau istri) nya mendoakan almarhum? Dengan cara yang bagaimana? Dengan cara berdoa dalam agama siapa? Bagaimana cara pemakamannya? Dengan cara agama sang ayah? Sementara si anak dan istrinya yang berbeda agama tidak mengerti caranya. Mungkin, keluarga almarhum yang beragama sama, yang akan mengurus pemakaman.

Beberapa pertanyaan tersebut terlintas dalam benak saya, ketika menghadiri pemakaman ayah seorang teman. Saya tidak mampu membayangkan apabila berada dalam posisi teman tersebut. Hanya bisa duduk diam di depan jenazah, bersama ibu, tapi tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Tidak menangis (mungkin sudah), tidak berdoa (mungkin berdoa dalam hati). Sementara upacara pemakaman sudah disiapkan oleh keluarga ayah.

Saya tidak benar-benar mengerti isi hati teman tesebut, karena memang kami tidak ngobrol banyak saat itu. Tulisan ini hanya dari sudut pandang saya. Di pemakaman tersebut, saya bertemu dengan pacar teman tersebut, yang juga teman saya. Untungnya masih ada pacar, yang bisa setidaknya menemani. Sayangnya, sang pacar juga memiliki keyakinan yang berbeda dengan dirinya, dan dengan sang ayah. Ya. Agak sulit dimengerti, memang. Saya sempat berpikir, apakah kisah yang sama akan terulang kemudian? Akankah terjadi kembali kisah perbedaan keyakinan dalam keluarga?

Tnpa disangka, pertanyaan saya terjawab terlalu cepat, menurut saya. Yaitu seminggu kemudian. Pas satu minggu. Kepergian sang pacar yang tiba-tiba mengejutkan kami, teman-temannya. Tuhan telah berkehendak. Kun fayakun.

Iklan

Satu pemikiran pada “Ternyata Tuhan Berkehendak Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s