Pelecehan Terhadap Perempuan?

Pelecehan terhadap perempuan itu buaaaaaaanyak jenis nya, banyak cara nya. Bahkan terkadang si perempuan itu sendiri gak tau kalo dirinya sedang dilecehkan. Saya gak tau sih, kejadian ini termasuk pelecehan apa nggak.

Tadi sore, saat sedang makan sore di salah satu tempat makan franchise yang menurut saya cukup elite di kota Jambi tercinta bersama adik saya, seorang pelayan wanita mengantarkan pesanan makanan kami beserta ‘bonus’ berupa kertas bertuliskan nama seorang pria + nomor HP di pinggir piring alas makan adik saya.

Perlakuan seperti ini masih bisa diterima. Paling-paling nih orang desperate karena gak lulus audisi Take Me Out-salah satu TV Show paling terkenal abad ini. Jadi kita cuek aja.

Pas kita makan, beberapa pegawai laki-laki kedengeran ribut banget di belakang. Mereka mukul-mukul kaca yang membatasi tempat mereka kerja-dapur dengan tempat kami duduk.

Saya dan adik saya tentunya merasa terganggu dengan kejadian yang disengaja oleh para pegawai gak penting itu. Awalnya saya masih merasa perlu untuk bersikap sopan terhadap para pegawai laknat itu. Saya cukup menoleh ke arah mereka dengan tatapan dingin andalan saya.

Keributan mereka berhenti beberapa saat, tapi kemudian kejadian lagi. Makin ribut, malah. Mereka mukul kaca dapur itu lagi sambil bersuara entah apa. Sungguh sungguh sangat mengganggu ketentraman dan cukup merusak selera makan. Untung aja adik saya saat itu sedang laper jadi selera makan nya gak berkurang. Saya, yang gak terlalu laper, menyempatkan diri menoleh sekali lagi ke meraka sambil memberi pertanyaan retoris “Apa sih ribut banget?! Ganggu!” yang ternyata gak memberikan efek sama sekali. Salah seorang dari mereka malah melambaikan tangan ke arah saya. Berasa seleb.

Akhirnya dengan kesal dan setelah kenyang, kami meninggalkan tempat sialan tersebut, tidak lupa membayar ke kasir terlebih dahulu.

“Mbak, tolong bilangin ke temen-temen nya yang di belakang ya, ribut banget. Ganggu” Cuma itu yang bisa saya sampaikan ke si mbak kasir nan cantik saat beliau memberikan uang kembalian. Sayangnya, seperti nya lagi-lagi omongan saya gak ngena, karena seorang pegawai pria gak penting dapur yang gak tau atas alasan apa dengan sengaja berdiri di samping si mbak kasir malah menjawab ” Oh ribut ya? Maaf ya”

Hmpf.

Trus, tulisan di kertas kecil berisi nama + nomor HP itu? saya rendem di mangkok berisi kuah sisa makanan saya. Terimakasih nomor nya ya mas.

* Picture from http://unionism.wordpress.com/2009/02/ thanks.. 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “Pelecehan Terhadap Perempuan?

  1. pasti adeknya cantik banyak yang suka.
    makanannya enak dan tempatnya elite tapi kalo susananya dah ngak nyaman gitu malah ngak nafsu makan, mendingan cabut aja dan jangan pernah kembali ke sana

  2. Sebagai Wanita Harus Bisa Jaga diri Dari MUlai SikaP.. Tutur Kata, Sopan Santun, Adat Istiadat.. Org Indonesia TEtap DiPelihara.. Apa LAgi Memiliki Kelebihan Kecantikan Melebihi Orang Lain MisaLnya..
    Pesan saya Tetap Rendah HAti.. dan Bersahaja… TEbar Senyum.. untuk ibadah.. trims Kasih KArena Diberi TEmpat Koment.. Mohon Maaf Apabila Kurang Berkenan.. Salam Kenal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s